RSS

Monthly Archives: January 2015

Aside

Bahasa lebaynya : Hidup saya mungkin tidak semudah orang seumuran saya.

(Walaupun pasti di luar sana, ada yg sama atau justru lebih susah dari saya)

Bahasa agak bijaknya : Saya yg manja dan rapuh, dipersiapkan dan ditempa sedemikian rupa dgn cara2 yg tidak saya sadari, oleh Tuhan, Papa, dan Mama hingga tahun ini tiba.

Mulai darimana? Saya akan selalu bilang, Agustus 2008. Dan klimaksnya Maret 2014.

Hari itu tidak ada derai air mata. Mungkin hanya mata berkaca-kaca. Semua orang bilang, saya kuat.

Saya bilang pada diri saya sendiri, saya tidak punya hati. Saya takut, saya mati rasa.

Mungkin baru 3 minggu kemudian saya menangis, ini pun tidak lama. Saya rasa, saya memaksa diri saya menangis saat PMS.

(sangaaaat) Banyak hal bodoh yang saya lakukan dalam 9,5 bulan setelah itu.

Dan Januari mendekat. Tahun baru saya menghindar dari rumah. Menghindar dari kesendirian. Mama suka menonton kembang api dari jauh.

Januari sudah tiba. Bulan ini milik Mama, bulan kelahirannya.

Dan saya sadar. Mungkin sekilas saya tampak baik-baik saja. Tapi peta kehidupan saya terobek, dan saya tak tahu harus melangkah kemana.

Saya tanpa sadar menghindar dari kerabat2 lama. Malas harus menceritakan kabar saya semenjak kami tak bertemu.

Saya berusaha menghindar dari rasa sedih, lemah, kehilangan, rasa bersalah, atau pandangan iba dari orang.

Saya salah langkah.
Ketika orang lain terjatuh ke suatu lubang dalam dan terlilit tali, mereka akan melepaskan diri dari tali lalu berusaha keluar. Saya justru duduk tenang di lubang itu, hingga tertidur.

Saya tahu, mereka tidak mau melihat saya seperti ini. Saya tahu, di sana jauuh lebih menyenangkan, dan hal bodoh mengganggu ketenangan mereka dengan keluh kesah saya.

Jadi, sepertinya salah satu resolusi saya tahun 2015: Membuat mereka bangga dengan saya, entah bagaimana caranya. Hal yg tak pernah saya lakukan sejak 2008

Relationship between Ms. Denial and 2014

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on January 1, 2015 in Uncategorized