RSS

s o f a

20 Feb

Saya berada di sebuah ruang hampa.
Tergeletak sebuah buku terbuka dengan pena yang mengering. Benda lainnya hanyalah tembok dan pintu.

Hingga akhirnya Anda datang dan mengetuk pintu itu.
Lalu dengan santunnya meminta izin untuk mendorong sebuah sofa masuk ke dalam.
Saya pun mengangguk pelan.

Anda duduk di pojok sofa itu, kemudian salah satu sisi tembok berpendar, layaknya sebuah layar. Sebuah suara bergaung begitu saja.
Dengan ragu, saya duduk di sudut lain sofa. Mengamati tembok yang menyala itu. Anda bermain di sana, menjadi seorang protagonis.

Saya tersenyum bodoh. Alur cerita dan hubungan kekerabatan Anda di cerita tersebut mengingatkan saya akan pena yang mengering. Tak seluruhnya sama, namun membuat saya jatuh hati.

Layar kembali gelap dan berubah menjadi tembok. Tak butuh waktu lama, Anda pamit. Meninggalkan saya terduduk dan mengamati kepergian Anda.

Terima kasih, telah singgah.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on February 20, 2015 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: