RSS

Category Archives: Uncategorized

Daddy’s Little Girl and bla bla bla

Jadi, alm bokap gue deket banget sama kakak gue. Dan gue ya terpaksa jadi kesayangan alm nyokap (AMPUN MAAAA lol)

Tapi ada satu (atau mungkin beberapa) hal yang gue (secara sepihak) anggap kakak gue gaterlalu suka. Ya…. jadi gue ‘tikung’.

#eh gimana maksudnya?

iyaaa, misalnya kakak gue gaterlalu suka F1. Sedangkan gue suka. Jadi buat gue, its our thing.

Ngerti? Ga? Yaudah anggap aja ngerti ya, biar cepet.

Dari gue kecil, weekend bokap selalu ngikutin F1.

Gue awalnya ya cuma nimbrung nonton. Oh. Ini Mika Hakkinen. Ini Juan Pablo Montoya. Ini Ralph Schumacher. Ini David Coulthard. Ok. Enough.

Kemudian gue mulai remaja. Pas 3 SMP, gebetan gue suka F1 (bahahaha yeaah shallow). Dan gue  jadi ngikutin aja dong. Every GP.

Pas SMA. Gebetan entah kemana. Yaudah jadi terus ngikutin. Its our thing tadi.

Bokap suka Ferrari. Sedangkan gue suka Kimi (saat itu McLaren) karena GP pertama yg gue tonton adalah Bahrain, dia start 22, one pit stop, finish ketiga.

Ya tapi jadinya di otak gue, F1 = team order, karena dari kecil liat Barichello sama Massa yang selalu ngalah

OKE NETIZEN BERTANYA, INI KOK KAYANYA AGAK NGELEBAR YA? INTINYA APA?

iya iya bentar.

2008, bokap meninggal.

Awalnya sih kaya masih usaha nonton sendiri. Its our thing, mungkin gue akan jadi merasa lebih deket sama beliau.

Sayangnya, saat itu Glo***TV gue jelek di rumah. Yaudah bye bye.

Kemudian disusul dengan gue pindah rumah, majalah-majalah F1 Racing gue buang.

KEMUDIAN sekitar 2014, Vettel masih di Redbull, gue liat Ricciardo nyalip Vettel. Langsung lebay gitu, ngerasa dese keren. Ya karena selama ini gue mikirnya second driver harus selalu ngalah. hahaha

Dan sekitar 2017 ga sengaja nonton GP Monaco. dan berusaha brainwash ponakan gue yg umur 2 tahun.

Mission Failed.

Dan mulai rutin lagi nonton musim ini sejak GP Monaco 2018.

JADI INTI POSTINGANNYA APA YA MBAK?

Pengen meracau aja gara-gara Team Order Ferrari di GP German. Oooops.

Iya, jadi setelah ga nonton 10 tahun, saya sok-sok an mau cari jagoan baru. Ceritanya tahun ini mau jagoin (Vintage) Vettel sama Daniel Ricciardo.

Eh tapi GP Austria sama Silverstone, kimi kece lagi. Gagal move on.

Dan kemarin di German Kimi tiba-tiba ngalah sama vettel. Suudzon team order lagi. Lalu vettel nabrak. SAYA NGAKAK. Ya maaf, abis masih ga rela kimi harus nurut sama team order.

Eh bener, rekaman team order viral.

Baiklah sekian. Intinya sih tulisan ini disponsori oleh sedikit rasa kangen sama bokap, sedikit gemes sama team order.

Tapi saya ga serusuh 10 tahun lalu kok. Ciyus.

Dulu bisa banting remote, atau kepikiran kalau jagoan kalah. (Fangirl garis keras (dan norak))

Sekarang ya nikmatin race nya. Misalnya adalah review GP German versi saya = saya mengakui HAM driver of the day, saya suka aksi Leclerc saat slip, sedih (dikit) saat RIC gagal finish, ngakak pas VET nabrak.

JADI, SIAPA PEMENANG 2018? Hmmm. I still hope RIC :p

 

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 24, 2018 in Uncategorized

 

Which one?

X: Old money or young money that changing into someone that you never know?

Y: Can I choose hardworker young money with kind heart?

X: Bitch please. It doesn’t exist

😂

 
Leave a comment

Posted by on June 12, 2018 in Uncategorized

 

Leftover

Pernah dengar filosofi (atau penelitian?) tentang donat basi? Leftover foods? Versus waiting the new ones?

Da**

Gue rasa, gue ada di fase itu.

 
Leave a comment

Posted by on June 11, 2018 in Uncategorized

 

I can’t bear all problem in the world, but

Salah satu penyesalan yg setelah berminggu2 masih terasa: Nggak bawa dompet jam setengah 11 malam ketika seorang bocah berusia sekitar 7 tahun di lampu merah mengetuk kaca jendela dan berkata: “korannya sisa 3 lagi kak..”

 

😥 ingin ketemu lagi sama bocah itu

 
Leave a comment

Posted by on June 20, 2016 in Uncategorized

 

TWELVE TWELVE TWELVE

index

Selamat ulangtahun ke dua belas Gagasmedia!

Dari 2003 hingga 2015 berarti kan, ya?

Hmm, sebenarnya siiih, saya terlambat mengikuti perkembangan Gagasmedia dari awal banget..

Tapi wajar kan, 2003 itu umur saya masih 12, baru 1-2 tahun lepas dari Majalah Bobo, sepertinya belum begitu cocok dengan genre Gagasmedia #sotoy. Jadi, mohon dimaklumi ya Gagas sayang *mencari pembenaran

Ngomong-ngomong umur ke 12, menurut saya angka tersebut merupakan sebuah fase. Layaknya anak sekolah, sekitar umur 12 mereka akan melangkah ke dunia baru, SMP – remaja, lalu mencari jati diri.

Gagas tentunya tak perlu lagi mencari jati diri, namun saya harap fase baru ini membuat Gagas semakin yahud 😉

Mungkin, kalau saya mengaku-ngaku menjadi pembaca setia, ada pembaca yang lebih setia dari saya. Setidaknya, saya ingin turut serta memeriahkan hut gagasmedia di tahun ini melalui TERUS BERGEGAS.

Jadi, inilah jawaban saya…

1] Dua belas judul buku Gagas yang berkesan untuk saya adalah :

  1. Here, After : siapa sih yang tidak setuju kalau buku ini awesome? Benang merah melalui tiap tokoh yang saling berhubungan
  2. Joker : Ending tak tertebak, terlebih karena saya telah terhanyut oleh chemistry Alia Brama
  3. Satin Merah : ambisi, budaya dan intelektual. Salut
  4. Orange : I like interaction between Rera Faye
  5. Memori : Hahaha, kak Windry, saya speechless
  6. Kala Kali : dua penulis yang saya kagumi
  7. Melbourne : Max, oh my god
  8. Unforgettable : settingnya misterius namun manis
  9. Rhapsody : dialeknya mengingatkan saya pada masa kecil
  10. Restart : He puked on me. Literally on me haha
  11. Pillow Talk : Mau dong punya sahabat kaya Jo
  12. Camar Biru : atau sahabat kaya Adith juga boleh lah

2] Buku yang membuat saya menangis adalah Memori. Adegan saat Sigi kehilangan membuat saya patah hati. Ditambah lagi ketika Sigi menjemput Mahoni saat hujan. Sudut pandang yang berbeda untuk “menghakimi” adik yang tak diingankan..

3] Quote favorit saya :

“Must be nice, punya keyakinan, keberanian dan keteguhan untuk mencintai tanpa takaran. Lo nggak perlu bertanya-tanya apa yang lo berikan udah cukup atau berlebihan, apa balasan yang lo terima setimpal” – Melbourne. Pertama denger di soundcloud yang dibacakan kak Michan dan kak Syafial. ( Listen here ) Lalu setelah terhanyut oleh Max, makin suka. Menyayangi nggak harus pamrih, kan?

4] Tokoh yang ingin dipacari? Max. Caranya memuja Laura itu manis banget tapi ga menye atau norak. Kenapa saya cocok dengan Max? Saya memang ga suka film slasher, atau ga terlalu kece saat makan burger, tapi saya rela kok sesekali nemenin Max kerja (sekalian nonton konser yang pencahayaannya diatur Max).. Kidding. Saya cocok dengan Max karena saya suka Prudence, dan saya *uhuk* termasuk perempuan yang nggak neko-neko dan menuntut banyak sih, miriplah ya sama Laura. Minus – saya tanpa pikir dua kali pilih Max daripada Evan.

5] Ending yang mengesankan untuk saya adalah Joker. Judulnya (yang setelah dipikir-pikir) semestinya bisa memberi bocoran. Tapi sungguh, saya terlanjur hanyut oleh chemistry Alia dan Brama.

6] Buku pertama? Sebenarnya sih Chocoluv teh Ninit dan Gege mengejar Cinta kang Adhitya Mulya. Tapi itu asal baca aja karena punya kakak saya haha.. Yang benar-benar saya ngeh, buku itu terbitan gagas adalah Here, After. Alasannya karena saya saat itu baru follow mbak Windy Ariestanty di twitter lalu ngefans. Di twitter, mbak W merekomendasikan buku tsb. Hasilnya? Saya ngincer buku2 gagas lainnya! Joker dst dst dst

7] Judul paling menarik adalah… Err pertanyaannya mulai susah nih. Kala kali unik. Namun Joker paling menarik karena dari judul pun telah membuat penasaran. Tokoh tsb memiliki image misterius.

8] Cover favorit? Duh pertanyaannya masih susah. Dont judge book by its cover. Hey, but packaging is important, right? Salah satu faktor saya ngefans Gagas karena covernya cantik, unik tapi nggak gengges-alias norak. *oopsie* Tapi karena harus memilih, saya pilih… *drum roll* Montase. Sebuah kursi di bawah pohon sakura yang mulai berguguran.

Karena saya suka membayangkan musim gugur, sambil me time di taman :p

montasefrom : goodreads

9] Tema favorit saya adalah… Hmmm give me a second..

Kalo pertanyaannya adalah genre sih saya akan menjawab mainstream romance. Karena bacaan yang nggak harus mikir banget, tapi psikologinya dapet/bisa belajar dari empati atau melihat dari sudut pandang yang berbeda. Lagian saya itu hopeless romantic -yang denial-

Kalau tema, saya mudah luluh jika sinopsisnya mengenai orang yang udah tahu “sejarah” heroine, lalu tanpa menye atau janji muluk, memilih untuk selalu ada buat heroine

10] Penulis yang ingin ditemui? Mbak Winna Efendi. Mau foto bareng sama baby nya, mau pinjem otaknya sebentar lalu saya fotokopi ke otak saya. Nggak deh, becanda.

Draft 1 : taktik menulis fiksi sudah saya baca namun kayanya lebih enak nanyain langsung tentang inspirasi Max atau bagaimana cara membuat alur yang mengalir dengan keren

11] Saya lebih suka baca buku kertas. Di jaman digital mungkin e-book dianggap lebih praktis dan nyaman. Namun saya suka membolak-balik kertas untuk menyerap lebih dalam adegan favorit, atau sesekali menggaris bawahi kalimat favorit

12] Dua belas kata untuk Gagas :

Jendela hati, pemutar sudut pandang dan impian saya. Gagasmedia, mari terus bergegas

Happy Birthday, Gagas sayang

XOXO

 
Leave a comment

Posted by on July 3, 2015 in Uncategorized

 

7814

bangun tidur dapet berita besaaaar. AAAAAK! 😀 Semogaaaaa yg terbaik, selalu dalam lindungan Tuhan. two lines

 
Leave a comment

Posted by on August 7, 2014 in Uncategorized

 

6814 Gratitude(s)

1. langitnya terang, bintangnya keliataaan

2. studi banding lagi, bapak kubikel sebelah mengundang memori gue terputar ke fase susah itu

3. belajar ga lari-larian. walaupun masih lari dari hal yg paling gede.

 
Leave a comment

Posted by on August 6, 2014 in Uncategorized