RSS

Category Archives: Uncategorized

Mid Life Crisis?

Sooooooo….

Yha, dari judulnya aja udah malesin kan? haha

Kalau Anda tidak mau menghabiskan beberapa menit waktu Anda, lebih baik dilewat aja, mas mbak nya hihihi

Yeaaaaay 27 years old!

Tapiiiiii, beberapa waktu ini saya membanding-bandingkan hidup saya dengan hidup orang lain. zzzzzzzzzz

IYA, SAYA MASIH SEPERTI POSTINGAN BEBERAPA TAHUN SILAM. YANG SELF PITY PARTY. PFFFFT GET A LIFE, ME

*maaf, capslock jebol.

Jadi, saya berharaaaaaap, tahun ini dan seterusnya saya bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi.

Ga mengasihani diri sendiri.

Ga kejebak di ‘black hole’ trus ujungnya stagnan aja gitu.

Ga overthinking

Ga terlalu submisive, nrimo ga jelas. Hey, me, belajar asertif yha

Ga boros

Bisa lebih mencintai diri saya sendiri.

Toh, every person has their own time kan ya? And every person has different kind of struggle.

Anggap saja dulu memilih untuk menetap sekota dengan Mama di umur 18, kemudian menyuntik insulin tiap malam di umur 21 adalah sebuah pencapaian tertinggi. Yang kemudian tidak saya apresiasi lalu terjebak di ‘blackhole’

Screenshot_2018-07-21-00-19-39 (1).png

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 22, 2018 in Uncategorized

 

The Day

Psssst, this is a secret.

Actually, I hate this day. Lebaran. Eid.

Maybe around 10 years ago ūüėā

But, its all about growing up, right? Hope next year I can do better than this several years.

Untuk segala perkataan dan perbuatan yg tidak berkenan, Mohon maaf lahir batin. Selamat idulfitri dan selamat berkumpul dengan keluarga ūüôŹ

 
Leave a comment

Posted by on June 15, 2018 in Uncategorized

 

Which one?

X: Old money or young money that changing into someone that you never know?

Y: Can I choose hardworker young money with kind heart?

X: Bitch please. It doesn’t exist

ūüėā

 
Leave a comment

Posted by on June 12, 2018 in Uncategorized

 

Leftover

Pernah dengar filosofi (atau penelitian?) tentang donat basi? Leftover foods? Versus waiting the new ones?

Da**

Gue rasa, gue ada di fase itu.

 
Leave a comment

Posted by on June 11, 2018 in Uncategorized

 

Therapy 

I felt that im only can hurt my close persons, for example, parents. Drama much, right?

Villain, sinner.

Until i found social community and try to join.

Menyenangkan. Hadir, tidak terikat, bisa ‘terlihat’ baik sesekali :p

Coin a Chance. Komunitas mengumpulkan koin untuk biaya sekolah anak-anak SD hingga SMA yg tak mampu.

Hingga saat ini ada sekitar 33 adik asuh di Jabodetabek, 7 diantaranya sudah lulus SMA/SMK
Saya pertama kali hadir di CCD aka Coin Collecting Day #29 di Food Louvre Grand Indonesia, Februari 2013. Tidak selalu bisa hadir, on off, namun saya usahakan hadir ketika luang.

Dan Desember 2016 ini, Coin a Chance sudah menginjak 8 tahun. yeaaaaay!

 
Leave a comment

Posted by on December 6, 2016 in Uncategorized

 

Sinner

I tried so hard to shut my mouth (and finger) up at social media about politic with religion issues these days…

Awalnya sedih, gregetan, bingung sama dua kubu saling serang, merasa opini mereka benar. Lama-lama lelah hati bacanya.

Seriously?  Di belahan dunia lain ada yang masih kelaparan, pengungsi diusir. Nggak usah jauh-jauh, di Indonesia pendidikan belum menyebar rata, di ibukota anak-anak di bawah umur terpaksa kerja

Dan mereka masih ribut siapa yang masuk surga.

Saya pembela ‘bapak’ itu? Entah. Saya suka cara kerjanya sebelum kejadian tapi saya menyayangkan perkataan dan EQ-nya. Ya, konon Anda butuh keseimbangan IQ, SQ dan EQ dalam hidup

Lalu, kenapa saya akhirnya tengah malam melepas jari saya untuk mengetik, meracau tidak penting?

Malam ini tidak sengaja saya melihat statement seseorang yang di share teman saya di sosial media.

“banyak muslim Rohingya meninggal, dunia diam. cuma seorang meninggal karena perbuatan residivis di Samarinda, ribut.”

Astaghfirullah. Dia ikut demo karena tersinggung dengan EQ seseorang. Dan kemudian melakukan kesalahan yang sama. Berkata yang tidak perlu.

SATU ORANG ITU, WALAU HANYA SATU, BUKAN MUSLIM, TAPI TETAP MANUSIA DAN CIPTAAN TUHAN.

Sesama muslim adalah saudara, betul. Jutaan di Palestina meninggal, anak kecil harus melihat kematian orangtuanya dengan mata kepalanya sendiri, adalah hal yang menyayat hati.

Tapi Myanmar, Palestina, dan Samarinda tidak bisa dibandingkan, Pak.

Saya pernah membaca ayat Alquran, namun saya, sang pendosa ini, lupa nama Surat dan Ayat tersebut. Tentang Rasulullah yang diminta keluarga tersangka pembunuhan agar membela tersangka. Agar Rasulullah¬†memasukkan sang ‘kafir’ yg tak bersalah dalam penjara. Namun¬†kemudian Rasulullah bermimpi, mendapat wahyu agar Rasulullah menegakkan kebenaran.

Saya tak terlalu peduli jika yang disebut penista dan didemo itu gagal jadi gubernur. Tapi saya kecewa dan sedih jika seseorang menyepelekan si residivis yang membunuh dengan kedok jihad pada agama saya. Agama yg Rahmatan lil alamin.

 
Leave a comment

Posted by on November 20, 2016 in Uncategorized

 

Random… But, Note to Myself¬†

You can said i’m jealous, or envy, or whatever you name it….

Jadi kemarin saya seharian ke salah satu mall besar di tengah kota… Memperhatikan lalu lalang mas dan mbak kece supermodis. Tapi sambil main game Criminal Case yg ceritanya di level tersebut tentang pembunuhan dokter bedah karena memperebutkan wanita malam….

Kemudian saya jadi mikir. Sepertinya ketika seseorang semakin kaya, akan semakin susah puas dan susah bahagia, ya? Lihat baju atau tas mahal, kepikiran. Lihat cowok atau cewek lebih kece, lupa pasangan. 

Kebaperan nggak penting saya pun diperkuat sama mbak2 yg nunggu lift bareng saya. Omongannya tinggi, beli aprtemen bla bla… 

Lift ada dua. Tidak ada yg menekan lift turun. Saya condong ke lift kiri. Ketika lift kiri yg turun terbuka, saya menoleh pada kakak saya, menanyakan apa mau ikut turun dulu.. Sepersekian detik, Mbak2 kece tajir itu yg di lift sebelah kanan dan dibelakang saya menyerosok maju. Saya spontan mendorongnya dengan stroller yang saya pegang. Dan dia berdecak marah dan masuk ke lift kanan yg turun….

Lho? Kita sama-sama mau naik kan? Tidak ada yg menekan tombol turun. Saya di kiri dan dia di kanan. Lalu kenapa saat lift kiri terbuka, jadi bar bar, menyelak dan malah balik kesal ketika didorong?

Kadang semakin kaya, bukan semakin berpendidikan atau semakin bermartabat.

Justru ego menjadi lebih luar biasa… 

Selamat Idul Adha. Sometimes we need sacrifice something that matters to us, to someone that need more. But before that, yuk belajar bersyukur dulu, belajar ga grumpy (kaya saya di post ini :p), Belajar bersahaja..  

 
Leave a comment

Posted by on September 12, 2016 in Uncategorized