RSS

Category Archives: Uncategorized

Therapy 

Someday, i feel that im only can hurt my close persons, for example, parents. Drama much, right?

Villain, sinner.

Until i found social community and try to join.

Menyenangkan. Hadir, tidak terikat, bisa ‘terlihat’ baik sesekali :p

Coin a Chance. Komunitas mengumpulkan koin untuk biaya sekolah anak-anak SD hingga SMA yg tak mampu.

Hingga saat ini ada sekitar 33 adik asuh di Jabodetabek, 7 diantaranya sudah lulus SMA/SMK
Saya pertama kali hadir di CCD aka Coin Collecting Day #29 di Food Louvre Grand Indonesia, Februari 2013. Tidak selalu bisa hadir, on off, namun saya usahakan hadir ketika luang.

Dan Desember 2016 ini, Coin a Chance sudah menginjak 8 tahun. yeaaaaay!

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 6, 2016 in Uncategorized

 

Sinner

I tried so hard to shut my mouth (and finger) up at social media about politic with religion issues these days…

Awalnya sedih, gregetan, bingung sama dua kubu saling serang, merasa opini mereka benar. Lama-lama lelah hati bacanya.

Seriously?  Di belahan dunia lain ada yang masih kelaparan, pengungsi diusir. Nggak usah jauh-jauh, di Indonesia pendidikan belum menyebar rata, di ibukota anak-anak di bawah umur terpaksa kerja

Dan mereka masih ribut siapa yang masuk surga.

Saya pembela ‘bapak’ itu? Entah. Saya suka cara kerjanya sebelum kejadian tapi saya menyayangkan perkataan dan EQ-nya. Ya, konon Anda butuh keseimbangan IQ, SQ dan EQ dalam hidup

Lalu, kenapa saya akhirnya tengah malam melepas jari saya untuk mengetik, meracau tidak penting?

Malam ini tidak sengaja saya melihat statement seseorang yang di share teman saya di sosial media.

“banyak muslim Rohingya meninggal, dunia diam. cuma seorang meninggal karena perbuatan residivis di Samarinda, ribut.”

Astaghfirullah. Dia ikut demo karena tersinggung dengan EQ seseorang. Dan kemudian melakukan kesalahan yang sama. Berkata yang tidak perlu.

SATU ORANG ITU, WALAU HANYA SATU, BUKAN MUSLIM, TAPI TETAP MANUSIA DAN CIPTAAN TUHAN.

Sesama muslim adalah saudara, betul. Jutaan di Palestina meninggal, anak kecil harus melihat kematian orangtuanya dengan mata kepalanya sendiri, adalah hal yang menyayat hati.

Tapi Myanmar, Palestina, dan Samarinda tidak bisa dibandingkan, Pak.

Saya pernah membaca ayat Alquran, namun saya, sang pendosa ini, lupa nama Surat dan Ayat tersebut. Tentang Rasulullah yang diminta keluarga tersangka pembunuhan agar membela tersangka. Agar Rasulullah memasukkan sang ‘kafir’ yg tak bersalah dalam penjara. Namun kemudian Rasulullah bermimpi, mendapat wahyu agar Rasulullah menegakkan kebenaran.

Saya tak terlalu peduli jika yang disebut penista dan didemo itu gagal jadi gubernur. Tapi saya kecewa dan sedih jika seseorang menyepelekan si residivis yang membunuh dengan kedok jihad pada agama saya. Agama yg Rahmatan lil alamin.

 
Leave a comment

Posted by on November 20, 2016 in Uncategorized

 

Random… But, Note to Myself 

You can said i’m jealous, or envy, or whatever you name it….

Jadi kemarin saya seharian ke salah satu mall besar di tengah kota… Memperhatikan lalu lalang mas dan mbak kece supermodis. Tapi sambil main game Criminal Case yg ceritanya di level tersebut tentang pembunuhan dokter bedah karena memperebutkan wanita malam….

Kemudian saya jadi mikir. Sepertinya ketika seseorang semakin kaya, akan semakin susah puas dan susah bahagia, ya? Lihat baju atau tas mahal, kepikiran. Lihat cowok atau cewek lebih kece, lupa pasangan. 

Kebaperan nggak penting saya pun diperkuat sama mbak2 yg nunggu lift bareng saya. Omongannya tinggi, beli aprtemen bla bla… 

Lift ada dua. Tidak ada yg menekan lift turun. Saya condong ke lift kiri. Ketika lift kiri yg turun terbuka, saya menoleh pada kakak saya, menanyakan apa mau ikut turun dulu.. Sepersekian detik, Mbak2 kece tajir itu yg di lift sebelah kanan dan dibelakang saya menyerosok maju. Saya spontan mendorongnya dengan stroller yang saya pegang. Dan dia berdecak marah dan masuk ke lift kanan yg turun….

Lho? Kita sama-sama mau naik kan? Tidak ada yg menekan tombol turun. Saya di kiri dan dia di kanan. Lalu kenapa saat lift kiri terbuka, jadi bar bar, menyelak dan malah balik kesal ketika didorong?

Kadang semakin kaya, bukan semakin berpendidikan atau semakin bermartabat.

Justru ego menjadi lebih luar biasa… 

Selamat Idul Adha. Sometimes we need sacrifice something that matters to us, to someone that need more. But before that, yuk belajar bersyukur dulu, belajar ga grumpy (kaya saya di post ini :p), Belajar bersahaja..  

 
Leave a comment

Posted by on September 12, 2016 in Uncategorized

 

Keluarga Bahagia, 2 Anak Cukup

Berhasil menebus/mengobati rasa penasaran di perempatan tempo hari. Anak kecil yg jualan koran itu. Tapi malam ini bukan anak laki-laki tapi gadis kecil yg lupa saya tanya namanya..

Jadi, kurang lebih 2 km dari perempatan tempo hari, sedang gerimis.. Koantas yg saya tumpangi berhenti karena lampu merah (dan pada dasarnya memang bunderan itu sering macet).. Saya melihat gadis kecil duduk di bawah pohon membawa koran. 

Sempet galau sih, mau turun atau nggak hehe, tapi untungnya lampu merahnya 90 detik jadi membuat saya memutuskan untuk turun. 

Korannya di dalam plastik dan sisa 3. Satu korannya harganya Rp 4.500,- 

Niat awal saya memang mau beli banyak, biar anaknya cepet pulang.

Tapi ternyata anaknya mau balik lagi ke pangkalan, ambil plastik satu lagi yg isinya 20 koran, baru pulang. Rumahnya nggak terlalu jauh dari bunderan dan biasanya pulang sama tukang ojek dan bayar Rp 15.000,-

Si gadis kecil ini anaknya manis dan cukup sopan. Enak diajak ngobrol dan tentunya saya nggak melewatkan pertanyaan kemana orangtuanya. Jawabannya cukup normal, ibu jaga adik, bapak lagi markir (sepertinya maksud si gadis kecil ini, tukang parkir), kakak jual koran juga.

Dan di tengah obrolan, dengan sopan dia sempat pamit. “Kak, ada mobil langgananku, bentar ya, aku tawarin dulu.” Saya sambil cari dompet pun mengangguk. 

Oh ya, yg buat saya tersenyum lega adalah saat tahu kalau dia masih sekolah kelas 3 SD dan (katanya) nilainya selalu seratus. Mata pelajaran kesukaan gadis kecil itu Matematika dan Bahasa Inggris 🙂 

Ketika mobil langganannya melaju, si gadis kecil berlari kembali ke saya dan nyeletuk dengan ringannya, “Kak, beliin aku seragam pramuka dong.”

Saya sempat kaget. ‘Budget’ yg saya siapkan memang nominalnya sama dengan nominal yg ia sebut untuk beli seragam pramuka. Tapi sebersit suudzon sempet mampir. Ini si bocah diajarin ‘malak’ gini atau memang dia yg polos ya? Dan suudzon saya pun diperkuat oleh jawaban berikutnya dari si gadis kecil. Ia anak kelima dari delapan bersaudara. Oh my god 😂

Well, pengamen kecil, pedagang asongan cilik dll menurut saya masih pro kontra…

Di satu sisi, nggak tega. Di sisi lain, ada oknum yg mengeksploitasi mereka.

Tapi toh, mereka nggak bisa milih kan, dilahirkan dan dibesarkan di keluarga yg mana? Orangtua yg berada atau yg pas-pasan tapi doyan buat anak….

Pertemuan singkat saya dengan si gadis kecil malam ini worthy 

Semoga dia nggak putus sekolah, keadaan ekonominya membaik, dan ketika dia nikah nggak doyan buat anak 😂

 
Leave a comment

Posted by on August 2, 2016 in Uncategorized

 

I can’t bear all problem in the world, but

Salah satu penyesalan yg setelah berminggu2 masih terasa: Nggak bawa dompet jam setengah 11 malam ketika seorang bocah berusia sekitar 7 tahun di lampu merah mengetuk kaca jendela dan berkata: “korannya sisa 3 lagi kak..”

 

😥 ingin ketemu lagi sama bocah itu

 
Leave a comment

Posted by on June 20, 2016 in Uncategorized

 

TWELVE TWELVE TWELVE

index

Selamat ulangtahun ke dua belas Gagasmedia!

Dari 2003 hingga 2015 berarti kan, ya?

Hmm, sebenarnya siiih, saya terlambat mengikuti perkembangan Gagasmedia dari awal banget..

Tapi wajar kan, 2003 itu umur saya masih 12, baru 1-2 tahun lepas dari Majalah Bobo, sepertinya belum begitu cocok dengan genre Gagasmedia #sotoy. Jadi, mohon dimaklumi ya Gagas sayang *mencari pembenaran

Ngomong-ngomong umur ke 12, menurut saya angka tersebut merupakan sebuah fase. Layaknya anak sekolah, sekitar umur 12 mereka akan melangkah ke dunia baru, SMP – remaja, lalu mencari jati diri.

Gagas tentunya tak perlu lagi mencari jati diri, namun saya harap fase baru ini membuat Gagas semakin yahud 😉

Mungkin, kalau saya mengaku-ngaku menjadi pembaca setia, ada pembaca yang lebih setia dari saya. Setidaknya, saya ingin turut serta memeriahkan hut gagasmedia di tahun ini melalui TERUS BERGEGAS.

Jadi, inilah jawaban saya…

1] Dua belas judul buku Gagas yang berkesan untuk saya adalah :

  1. Here, After : siapa sih yang tidak setuju kalau buku ini awesome? Benang merah melalui tiap tokoh yang saling berhubungan
  2. Joker : Ending tak tertebak, terlebih karena saya telah terhanyut oleh chemistry Alia Brama
  3. Satin Merah : ambisi, budaya dan intelektual. Salut
  4. Orange : I like interaction between Rera Faye
  5. Memori : Hahaha, kak Windry, saya speechless
  6. Kala Kali : dua penulis yang saya kagumi
  7. Melbourne : Max, oh my god
  8. Unforgettable : settingnya misterius namun manis
  9. Rhapsody : dialeknya mengingatkan saya pada masa kecil
  10. Restart : He puked on me. Literally on me haha
  11. Pillow Talk : Mau dong punya sahabat kaya Jo
  12. Camar Biru : atau sahabat kaya Adith juga boleh lah

2] Buku yang membuat saya menangis adalah Memori. Adegan saat Sigi kehilangan membuat saya patah hati. Ditambah lagi ketika Sigi menjemput Mahoni saat hujan. Sudut pandang yang berbeda untuk “menghakimi” adik yang tak diingankan..

3] Quote favorit saya :

“Must be nice, punya keyakinan, keberanian dan keteguhan untuk mencintai tanpa takaran. Lo nggak perlu bertanya-tanya apa yang lo berikan udah cukup atau berlebihan, apa balasan yang lo terima setimpal” – Melbourne. Pertama denger di soundcloud yang dibacakan kak Michan dan kak Syafial. ( Listen here ) Lalu setelah terhanyut oleh Max, makin suka. Menyayangi nggak harus pamrih, kan?

4] Tokoh yang ingin dipacari? Max. Caranya memuja Laura itu manis banget tapi ga menye atau norak. Kenapa saya cocok dengan Max? Saya memang ga suka film slasher, atau ga terlalu kece saat makan burger, tapi saya rela kok sesekali nemenin Max kerja (sekalian nonton konser yang pencahayaannya diatur Max).. Kidding. Saya cocok dengan Max karena saya suka Prudence, dan saya *uhuk* termasuk perempuan yang nggak neko-neko dan menuntut banyak sih, miriplah ya sama Laura. Minus – saya tanpa pikir dua kali pilih Max daripada Evan.

5] Ending yang mengesankan untuk saya adalah Joker. Judulnya (yang setelah dipikir-pikir) semestinya bisa memberi bocoran. Tapi sungguh, saya terlanjur hanyut oleh chemistry Alia dan Brama.

6] Buku pertama? Sebenarnya sih Chocoluv teh Ninit dan Gege mengejar Cinta kang Adhitya Mulya. Tapi itu asal baca aja karena punya kakak saya haha.. Yang benar-benar saya ngeh, buku itu terbitan gagas adalah Here, After. Alasannya karena saya saat itu baru follow mbak Windy Ariestanty di twitter lalu ngefans. Di twitter, mbak W merekomendasikan buku tsb. Hasilnya? Saya ngincer buku2 gagas lainnya! Joker dst dst dst

7] Judul paling menarik adalah… Err pertanyaannya mulai susah nih. Kala kali unik. Namun Joker paling menarik karena dari judul pun telah membuat penasaran. Tokoh tsb memiliki image misterius.

8] Cover favorit? Duh pertanyaannya masih susah. Dont judge book by its cover. Hey, but packaging is important, right? Salah satu faktor saya ngefans Gagas karena covernya cantik, unik tapi nggak gengges-alias norak. *oopsie* Tapi karena harus memilih, saya pilih… *drum roll* Montase. Sebuah kursi di bawah pohon sakura yang mulai berguguran.

Karena saya suka membayangkan musim gugur, sambil me time di taman :p

montasefrom : goodreads

9] Tema favorit saya adalah… Hmmm give me a second..

Kalo pertanyaannya adalah genre sih saya akan menjawab mainstream romance. Karena bacaan yang nggak harus mikir banget, tapi psikologinya dapet/bisa belajar dari empati atau melihat dari sudut pandang yang berbeda. Lagian saya itu hopeless romantic -yang denial-

Kalau tema, saya mudah luluh jika sinopsisnya mengenai orang yang udah tahu “sejarah” heroine, lalu tanpa menye atau janji muluk, memilih untuk selalu ada buat heroine

10] Penulis yang ingin ditemui? Mbak Winna Efendi. Mau foto bareng sama baby nya, mau pinjem otaknya sebentar lalu saya fotokopi ke otak saya. Nggak deh, becanda.

Draft 1 : taktik menulis fiksi sudah saya baca namun kayanya lebih enak nanyain langsung tentang inspirasi Max atau bagaimana cara membuat alur yang mengalir dengan keren

11] Saya lebih suka baca buku kertas. Di jaman digital mungkin e-book dianggap lebih praktis dan nyaman. Namun saya suka membolak-balik kertas untuk menyerap lebih dalam adegan favorit, atau sesekali menggaris bawahi kalimat favorit

12] Dua belas kata untuk Gagas :

Jendela hati, pemutar sudut pandang dan impian saya. Gagasmedia, mari terus bergegas

Happy Birthday, Gagas sayang

XOXO

 
Leave a comment

Posted by on July 3, 2015 in Uncategorized

 

s o f a

Saya berada di sebuah ruang hampa.
Tergeletak sebuah buku terbuka dengan pena yang mengering. Benda lainnya hanyalah tembok dan pintu.

Hingga akhirnya Anda datang dan mengetuk pintu itu.
Lalu dengan santunnya meminta izin untuk mendorong sebuah sofa masuk ke dalam.
Saya pun mengangguk pelan.

Anda duduk di pojok sofa itu, kemudian salah satu sisi tembok berpendar, layaknya sebuah layar. Sebuah suara bergaung begitu saja.
Dengan ragu, saya duduk di sudut lain sofa. Mengamati tembok yang menyala itu. Anda bermain di sana, menjadi seorang protagonis.

Saya tersenyum bodoh. Alur cerita dan hubungan kekerabatan Anda di cerita tersebut mengingatkan saya akan pena yang mengering. Tak seluruhnya sama, namun membuat saya jatuh hati.

Layar kembali gelap dan berubah menjadi tembok. Tak butuh waktu lama, Anda pamit. Meninggalkan saya terduduk dan mengamati kepergian Anda.

Terima kasih, telah singgah.

 
Leave a comment

Posted by on February 20, 2015 in Uncategorized