RSS

I can’t bear all problem in the world, but

Salah satu penyesalan yg setelah berminggu2 masih terasa: Nggak bawa dompet jam setengah 11 malam ketika seorang bocah berusia sekitar 7 tahun di lampu merah mengetuk kaca jendela dan berkata: “korannya sisa 3 lagi kak..”

 

😥 ingin ketemu lagi sama bocah itu

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on June 20, 2016 in Uncategorized

 

TWELVE TWELVE TWELVE

index

Selamat ulangtahun ke dua belas Gagasmedia!

Dari 2003 hingga 2015 berarti kan, ya?

Hmm, sebenarnya siiih, saya terlambat mengikuti perkembangan Gagasmedia dari awal banget..

Tapi wajar kan, 2003 itu umur saya masih 12, baru 1-2 tahun lepas dari Majalah Bobo, sepertinya belum begitu cocok dengan genre Gagasmedia #sotoy. Jadi, mohon dimaklumi ya Gagas sayang *mencari pembenaran

Ngomong-ngomong umur ke 12, menurut saya angka tersebut merupakan sebuah fase. Layaknya anak sekolah, sekitar umur 12 mereka akan melangkah ke dunia baru, SMP – remaja, lalu mencari jati diri.

Gagas tentunya tak perlu lagi mencari jati diri, namun saya harap fase baru ini membuat Gagas semakin yahud 😉

Mungkin, kalau saya mengaku-ngaku menjadi pembaca setia, ada pembaca yang lebih setia dari saya. Setidaknya, saya ingin turut serta memeriahkan hut gagasmedia di tahun ini melalui TERUS BERGEGAS.

Jadi, inilah jawaban saya…

1] Dua belas judul buku Gagas yang berkesan untuk saya adalah :

  1. Here, After : siapa sih yang tidak setuju kalau buku ini awesome? Benang merah melalui tiap tokoh yang saling berhubungan
  2. Joker : Ending tak tertebak, terlebih karena saya telah terhanyut oleh chemistry Alia Brama
  3. Satin Merah : ambisi, budaya dan intelektual. Salut
  4. Orange : I like interaction between Rera Faye
  5. Memori : Hahaha, kak Windry, saya speechless
  6. Kala Kali : dua penulis yang saya kagumi
  7. Melbourne : Max, oh my god
  8. Unforgettable : settingnya misterius namun manis
  9. Rhapsody : dialeknya mengingatkan saya pada masa kecil
  10. Restart : He puked on me. Literally on me haha
  11. Pillow Talk : Mau dong punya sahabat kaya Jo
  12. Camar Biru : atau sahabat kaya Adith juga boleh lah

2] Buku yang membuat saya menangis adalah Memori. Adegan saat Sigi kehilangan membuat saya patah hati. Ditambah lagi ketika Sigi menjemput Mahoni saat hujan. Sudut pandang yang berbeda untuk “menghakimi” adik yang tak diingankan..

3] Quote favorit saya :

“Must be nice, punya keyakinan, keberanian dan keteguhan untuk mencintai tanpa takaran. Lo nggak perlu bertanya-tanya apa yang lo berikan udah cukup atau berlebihan, apa balasan yang lo terima setimpal” – Melbourne. Pertama denger di soundcloud yang dibacakan kak Michan dan kak Syafial. ( Listen here ) Lalu setelah terhanyut oleh Max, makin suka. Menyayangi nggak harus pamrih, kan?

4] Tokoh yang ingin dipacari? Max. Caranya memuja Laura itu manis banget tapi ga menye atau norak. Kenapa saya cocok dengan Max? Saya memang ga suka film slasher, atau ga terlalu kece saat makan burger, tapi saya rela kok sesekali nemenin Max kerja (sekalian nonton konser yang pencahayaannya diatur Max).. Kidding. Saya cocok dengan Max karena saya suka Prudence, dan saya *uhuk* termasuk perempuan yang nggak neko-neko dan menuntut banyak sih, miriplah ya sama Laura. Minus – saya tanpa pikir dua kali pilih Max daripada Evan.

5] Ending yang mengesankan untuk saya adalah Joker. Judulnya (yang setelah dipikir-pikir) semestinya bisa memberi bocoran. Tapi sungguh, saya terlanjur hanyut oleh chemistry Alia dan Brama.

6] Buku pertama? Sebenarnya sih Chocoluv teh Ninit dan Gege mengejar Cinta kang Adhitya Mulya. Tapi itu asal baca aja karena punya kakak saya haha.. Yang benar-benar saya ngeh, buku itu terbitan gagas adalah Here, After. Alasannya karena saya saat itu baru follow mbak Windy Ariestanty di twitter lalu ngefans. Di twitter, mbak W merekomendasikan buku tsb. Hasilnya? Saya ngincer buku2 gagas lainnya! Joker dst dst dst

7] Judul paling menarik adalah… Err pertanyaannya mulai susah nih. Kala kali unik. Namun Joker paling menarik karena dari judul pun telah membuat penasaran. Tokoh tsb memiliki image misterius.

8] Cover favorit? Duh pertanyaannya masih susah. Dont judge book by its cover. Hey, but packaging is important, right? Salah satu faktor saya ngefans Gagas karena covernya cantik, unik tapi nggak gengges-alias norak. *oopsie* Tapi karena harus memilih, saya pilih… *drum roll* Montase. Sebuah kursi di bawah pohon sakura yang mulai berguguran.

Karena saya suka membayangkan musim gugur, sambil me time di taman :p

montasefrom : goodreads

9] Tema favorit saya adalah… Hmmm give me a second..

Kalo pertanyaannya adalah genre sih saya akan menjawab mainstream romance. Karena bacaan yang nggak harus mikir banget, tapi psikologinya dapet/bisa belajar dari empati atau melihat dari sudut pandang yang berbeda. Lagian saya itu hopeless romantic -yang denial-

Kalau tema, saya mudah luluh jika sinopsisnya mengenai orang yang udah tahu “sejarah” heroine, lalu tanpa menye atau janji muluk, memilih untuk selalu ada buat heroine

10] Penulis yang ingin ditemui? Mbak Winna Efendi. Mau foto bareng sama baby nya, mau pinjem otaknya sebentar lalu saya fotokopi ke otak saya. Nggak deh, becanda.

Draft 1 : taktik menulis fiksi sudah saya baca namun kayanya lebih enak nanyain langsung tentang inspirasi Max atau bagaimana cara membuat alur yang mengalir dengan keren

11] Saya lebih suka baca buku kertas. Di jaman digital mungkin e-book dianggap lebih praktis dan nyaman. Namun saya suka membolak-balik kertas untuk menyerap lebih dalam adegan favorit, atau sesekali menggaris bawahi kalimat favorit

12] Dua belas kata untuk Gagas :

Jendela hati, pemutar sudut pandang dan impian saya. Gagasmedia, mari terus bergegas

Happy Birthday, Gagas sayang

XOXO

 
Leave a comment

Posted by on July 3, 2015 in Uncategorized

 

s o f a

Saya berada di sebuah ruang hampa.
Tergeletak sebuah buku terbuka dengan pena yang mengering. Benda lainnya hanyalah tembok dan pintu.

Hingga akhirnya Anda datang dan mengetuk pintu itu.
Lalu dengan santunnya meminta izin untuk mendorong sebuah sofa masuk ke dalam.
Saya pun mengangguk pelan.

Anda duduk di pojok sofa itu, kemudian salah satu sisi tembok berpendar, layaknya sebuah layar. Sebuah suara bergaung begitu saja.
Dengan ragu, saya duduk di sudut lain sofa. Mengamati tembok yang menyala itu. Anda bermain di sana, menjadi seorang protagonis.

Saya tersenyum bodoh. Alur cerita dan hubungan kekerabatan Anda di cerita tersebut mengingatkan saya akan pena yang mengering. Tak seluruhnya sama, namun membuat saya jatuh hati.

Layar kembali gelap dan berubah menjadi tembok. Tak butuh waktu lama, Anda pamit. Meninggalkan saya terduduk dan mengamati kepergian Anda.

Terima kasih, telah singgah.

 
Leave a comment

Posted by on February 20, 2015 in Uncategorized

 
Aside

Bahasa lebaynya : Hidup saya mungkin tidak semudah orang seumuran saya.

(Walaupun pasti di luar sana, ada yg sama atau justru lebih susah dari saya)

Bahasa agak bijaknya : Saya yg manja dan rapuh, dipersiapkan dan ditempa sedemikian rupa dgn cara2 yg tidak saya sadari, oleh Tuhan, Papa, dan Mama hingga tahun ini tiba.

Mulai darimana? Saya akan selalu bilang, Agustus 2008. Dan klimaksnya Maret 2014.

Hari itu tidak ada derai air mata. Mungkin hanya mata berkaca-kaca. Semua orang bilang, saya kuat.

Saya bilang pada diri saya sendiri, saya tidak punya hati. Saya takut, saya mati rasa.

Mungkin baru 3 minggu kemudian saya menangis, ini pun tidak lama. Saya rasa, saya memaksa diri saya menangis saat PMS.

(sangaaaat) Banyak hal bodoh yang saya lakukan dalam 9,5 bulan setelah itu.

Dan Januari mendekat. Tahun baru saya menghindar dari rumah. Menghindar dari kesendirian. Mama suka menonton kembang api dari jauh.

Januari sudah tiba. Bulan ini milik Mama, bulan kelahirannya.

Dan saya sadar. Mungkin sekilas saya tampak baik-baik saja. Tapi peta kehidupan saya terobek, dan saya tak tahu harus melangkah kemana.

Saya tanpa sadar menghindar dari kerabat2 lama. Malas harus menceritakan kabar saya semenjak kami tak bertemu.

Saya berusaha menghindar dari rasa sedih, lemah, kehilangan, rasa bersalah, atau pandangan iba dari orang.

Saya salah langkah.
Ketika orang lain terjatuh ke suatu lubang dalam dan terlilit tali, mereka akan melepaskan diri dari tali lalu berusaha keluar. Saya justru duduk tenang di lubang itu, hingga tertidur.

Saya tahu, mereka tidak mau melihat saya seperti ini. Saya tahu, di sana jauuh lebih menyenangkan, dan hal bodoh mengganggu ketenangan mereka dengan keluh kesah saya.

Jadi, sepertinya salah satu resolusi saya tahun 2015: Membuat mereka bangga dengan saya, entah bagaimana caranya. Hal yg tak pernah saya lakukan sejak 2008

Relationship between Ms. Denial and 2014

 
Leave a comment

Posted by on January 1, 2015 in Uncategorized

 

7814

bangun tidur dapet berita besaaaar. AAAAAK! 😀 Semogaaaaa yg terbaik, selalu dalam lindungan Tuhan. two lines

 
Leave a comment

Posted by on August 7, 2014 in Uncategorized

 

6814 Gratitude(s)

1. langitnya terang, bintangnya keliataaan

2. studi banding lagi, bapak kubikel sebelah mengundang memori gue terputar ke fase susah itu

3. belajar ga lari-larian. walaupun masih lari dari hal yg paling gede.

 
Leave a comment

Posted by on August 6, 2014 in Uncategorized

 

Gratitude(s) 4814

1. Sms yg datangnya out of nowhere, info tentang sesuatu yg emang perlu gue ketahui. 

2. Minta contoh objek untuk studi banding. dan langsung dikasi. sayangnya, ga bisa bantu, hanya bisa bantu lewat doa.

3. tiny little lesson about sincerity.

Anda penuh misteri, Tuhan. Terimakasih.

 
Leave a comment

Posted by on August 4, 2014 in Uncategorized